Langsung ke konten utama
Semua Terasa Indah


         Semua kesederhanaan itu terasa indah jika kita mengindahannya, namun jika kita menyulitkannya, maka keindahan karena kesederhanaan itu menjadi rumit, bahkan sulit untuk didapat. Hanya sebagian orang yang mampu mendapatkan kebahagiaan karena dirinya sederhana, atau bahkan karena ia menganggap bahagia itu sederhana. 

          Sederhana, aku mengartikan sederhana adalah ketika kita mendapatkan sesuatu tanpa harus banyak berbicara, tanpa harus banyak berbuat, tanpa harus melakukan. Namun, itu adalah sederhananya orang yang sudah tak bernyawa. Jika sederhana menurut pandanganku, sederhana adalah ketika kita bisa mendengarkan, berbicara, melakukan, serta berbuat, atau bahkan menjadi manfaat untuk orang lain.

          Sederhana terada indah ketika kamu ada disampingku, ketika kamu dapat mendengarkanku, berbicara denganku, melakukan sesuatu bersamaku. Semua terasa indah jika kamu ada disampingku. Semua itu terasa indah karena sederhanaku.

         Sederhana memang, sesederhana perasaanku kepadamu, sederhana memang, sesederhana ketika kita saling tersenyum tanpa harus menggunakan sebuah kata. Sederhana bersamamu terasa indah. Tanpa aku harus mengatakan jika aku bahagia bersamamu :).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan random malam ini Beberapa waktu ini, aku ngelihat story orang-orang yang dulu menyatakan serius ingin menikahiku, atau laki-laki yang dulu pernah mencoba mendekatiku. Satu per satu dari mereka mulai menemukan seseorang yang membuatnya merasa utuh. Seneng sekaligus menjawab pertanyaanku dulu sih. Apakah mungkin? ada orang yang mau bertahan, menungguku tanpa sebuah kepastian sampai akhirnya aku benar-benar menyelesaikan pendidikanku lalu mengiyakan dia untuk mengetuk pintu orangtuaku. Apakah mungkin, ada orang yang sesabar itu, menunggu aku yang bisa saja ditunggu orang lain juga? Aku tidak terlalu yakin dengan itu. Aku tidak pernah mengiyakan orang-orang yang datang untuk serius sebab pendidikanku masih berlangsung. Pun tidak pernah mau agar dia menungguku hingga selesai. Rasanya, ucapan bersedia ditunggu akan membuatku terikat, tidak bebas dengan ikatan yang Allah tidak suka. Orang orang sering menyebutnya sebagai komitmen. Huh, ada ada saja. Menurutku, kata komitmen sama saja ...
 Hidup yang terus berjalan Gak kerasa banget, hampir 6 tahun aku menempuh pendidikan. Rasanya seperti baru kemarin aku masuk kuliah. Sejauh ini, aku sangat menikmati hidupku yang kata orang orang sudah seharusnya memiliki partner.  But, im still single without someone special until right away.  I just love to grow with myself, dan sampai saat ini, kayaknya terlalu nyaman dengan hidup sendiri. Bahaya juga sih hahahaa Hidup tanpa memiliki pacar, memiliki gebetan, atau bahkan seseorang dengan komitmen saling menunggu. i dont have those things. Setiap kali ada yang mengajakku untuk "berkomitmen" sembari menunggu masa studiku selesai, aku selalu menolaknya karena merasa "untuk apa?" aku gak mau terikat. Bagiku, berkomitmen sama halnya dengan pacaran secara halus huee. Sedangkan pacaran adalah sebuah hal yang bertentangan dengan value serta prinsip yang aku pegang. Jadi, aku selalu bilang. "Mohon maaf, untuk saat ini aku tidak mau terikat dengan siapapun. Tidak mau d...