Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Renungan
AWKWARD FEELING Gak kerasa banget, usiaku sudah menginjak seperempat abad. Rasanya masih gak percaya, aku sudah berjalan selama ini. Ada berbagai macam perasaan yang sudah pernah dirasakan. Kepuasan, kesenangan, kesedihan, kecewa, dan kehilangan.  Sejauh aku melangkah, aku baru menyadari satu hal bahwa aku tidak pernah benar-benar menyelesaikannya degan tuntas. Mengembangkan bakat menulis, ketika udah menang dan masuk nominasi beberapa kali, aku merasa cukup. Puas. Dulu juga gitu, ketika aku belajar persiapan SBMPTN, nilai tryoutku sempat masuk ke nilai tertinggi pertama, setelah mencapai itu, semangat belajarku menurun dan rankingnya jatuh. Untungnya ada pak Anggi, yang ngeboost semangatku buat bangkit lagi. Pun dengan dunia kreativitas, ketika aku merasa cukup puas dengan hasil editingku, ya sudah. Cukup sampai di sana.  Pun dengan menghafal Qur'an, udah hafal beberapa juz, eh melempem. Akhirnya, sekarang hafalan Qur'annya tertinggal kepingan kepingan semata. Sebenarnya, ada...

Kekurangan

Kekurangan        Pagi ini, gue sedikit merenung. Lagi-lagi gue seneng merenungi hal-hal yang kadang perlu untuk direnungi. Dari perenungan ini, gue nyadar; banyak banget sifat yang HARUS diubah. Contohnya tentang mengontrol diri agar tidak terpengaruh sama ligkungan luar. Asli, gue masih ngerasa sulit banget untuk gak kepengaruh sama attitude dan sifat seseorang. Ya karena gue gedeg dan gak bisa nerima aja  ama sifat-sifat para penjilat, yang bisanya ya you know lah, manis di depan pahit di belakang, terus gue juga gedeg ama orang-orang yang gak bisa bersikap sopan. Asli, gue tuh sebel banget banget banget ama orang orang yang kayak gitu.       Terus, karena gue adalah tipe orang yang TIDAK BISA BOHONG, dan kata temen, gue orangnya nyablak, gak suka ya gak suka, suka ya suka, dan hal itu bener-bener berpengaruh terhadap attitude gue, sikap gue bakal nunjukkin kalau gue gak suka, dan gak bisa dipaksa untuk suka. Well, kedengarannya sangat kera...
Kapan             Pernah gak sih kalian berpikir   “Kapan ya aku bisa serajin dia?” “Kapan ya aku bisa seprestatif dia?” “Kapan ya aku bisa sealim dia?” “Kapan ya aku bisa se syar’i dia?’   “Kapan ya aku bisa se kalem dia?” “Kapan ya, aku bisa sebaik dia?”   Dan “Kapan ya aku bisa ngafal Qur’an?”          Pertanyaan-pertanyaan itu sering banget muncul dibenakku. Entah berupa kecemasan atau justru sebuah renungan. Rasanya, pertanyaan kapan akan selalu menuntut jika aku hanya diam. Harusnya, ada sebuah tindakan yang diambil. Bukan diam, membiarkan pertanyaan kapan selalu menghantui setiap kesendirian. Harusnya, ada sebuah jawaban yang bisa aku persembahkan. Bukan justru diam, membiarkan pertanyaan kapan selalu beranak pinak tanpa penumpasan. Bukankah pertanyaan kapan akan terjawab ketika waktu telah dimanfaatkan untuk sebuah jawaban. Bukankah pertanyaan kapan akan terjawab de...