Langsung ke konten utama

Postingan

QnA Ekspedisi Nol Kilometer Indonesia

            Berhubung banyak sekali yang bertanya tentang “Nail, kamu ke Aceh ngapain?” atau justru mengeluarkan statement seperti “Nai, liburan jalan-jalan muluk. Enak banget.” Dan pertanyaan-pertanyaan beserta statement serupa lainnya. Baiklah, di tulisan ini aku tidak akan bercerita macam-macam. Di sini aku hanya ingin berbagi tentang apa yang aku lakukan di Aceh, lebih tepatnya Sabang sih, dan bagaimana aku bisa sampai di sana apakah gratis atau bayar. So, bagi kalian yang tertarik, silakan dibaca sampai akhir. Namun, bagi kalian yang gak tertarik. Boleh tungguin videonya di youtube (wkwkwkkwk kek punya aja).             Oke, Aku ke Aceh memiliki misi dan tujuan utama yaitu untuk mengikuti pengabdian masyarakat (dengan bonus jalan-jalan) di Sabang, letak pastinya di desa Keunekai. Nah, program tersebut diselenggarakan oleh @iyale.insitute (kalau kalian kepo itu apaan, ...

Teruntuk Kalian

            Tulisan ini diketik dalam perasaan fimacehsick. Sebelumnya Terima kasih banyak kepada kalian, FIM Aceh yang sudah menerima Nail dan kak Yugas dengan sebaik-baik penerimaan. Jujur, sejak memutuskan extend di Aceh, Nail bingung mau nginep di mana, terlebih tidak punya kenalan dan keluarga di sana. Qodarullah, Alhamdulillah banget Allah kasih nikmat tiada tara. Ternyata Nail masih punya saudara satu inang Bunda dan Pak E. Alhamdulillah banget, gak nyangka akan bersilaturahmi dengan kalian, Bang nasar, Oya, karina, kak Ade, riska, gebi, Bang Fachrizal, kak Mita.             Terima kasih banyak telah membantu kami yang butah arah dan tujuan. Bersyukur banget memiliki keluarga kunang-kunang, meskipun belum pernah kenal sebelumnya. Namun, bertemu dengan mereka seperti berjumpa teman lama.             Kepada Bang Nasar yang hari itu memu...
Kata Abah, jadi perempuan jangan gampang keGeeran. Siapa tau seseorang baik kepadamu hanya sebatas memanusiakan manusia, tidak memiliki niatan lain. Jadi perempuan jangan mudah kegeeran, nanti suka berasumsi, padahal itu tidak baik untuk kesehatan hati, jasmani, dan rohani.

Sebuah Gerbang

 Baru saja saya memeriksa email. Alangkah terkejutnya saya melihat informasi bahwa saya masuk 25 besar penulis cerita inspiratif tingkat nasional. Alhamdulillah tiada terkira, setelah vakum sekian lama untuk mengikuti kompetisi, akhirnya penantian untuk tercantum lagi sebagai penulis di salah satu karya bersama ada kembali. Sungguh! suatu kehormatan bagi saya yang sangat biasa ini. Semoga, ini adalah awal yang baik bagi saya untuk terus menulis dan menulis. Bagi kalian yang memiliki mimpi, tuliskanlah mimpi itu, dan percayalah kalau kalian percaya, yakin, dan menaruh doa serta usaha, In syaa Allah akan berbuah pada masanya. Selamat berkarya untuk kalian semua! Salam! Nail yang sedang berbahagia hehe

BUTUH RUANG

        Beberpa waktu lalu, aku rutin menulis di caption instagram. Bukan apa-apa, tujuanku cuman mau ikut berpartisipasi dalam 30 hari bercerta. Huh. jujur, awalnya excited banget, banyak ide yang membludak di kepalaku. Bagaimana tidak, setiap kali menemukan objek yang pas, aku akan berusaha untuk mengait-ngaitkan dan berusaha untuk membuat rangkaian kata. Intinya, ide menulisku lagi banyak-banyaknya.            Namun, selang beberapa hari, aku sedang merasa hampa. Ada perasaan membuang-buang waktu. Lebih banyak mudhoratnya jika buka ig lagi. Akhirnya, aku memutuskan untuk berhenti berpartisipasi dalam kegiatan 30haribercerita. Eittt, aku tidak benah-benar berhenti menulis selama 30 hari kok, hanya saja platformnya yang berbeda. Aku akan menulis di Blog atau sekadar menulis di jurnal pribadiku.           Jujur, sebenarnya aku lebih nyaman menulis di blog, atau ya di jurnal pribadilah paling tidak. Ada ...

Pulang

       Kemarin, saya pulang ke rumah orangtua. Niatnya pulang cepat, karena saya selesai kuliah sekitar pukul setengah empatan dan sampai rumah sekitar pukul 4 sore. Saya memutuskan untuk mencuci pakaian dan merapikan kamar, menyetrika, dan bersih-bersih rumah. Prediksi saya selesai pukul 5 an ternyata tidak, lebih dari itu. Saya menyelesaikan pekerjaan sekitar pukul 6 kurang 5 menit. Yah, kurang lebih segitu.        "astaghfirullah, udah jam 6 aja." Setelah menyadari bahwa ternyata saya akan pulang ke rumah dalam kondisi gelap, saya langsung bergegas menyelesaikan pekerjaan dan langsung memakai pakaian untuk pulang. Saya ingat betul ketika mengunci rumah sudah pukul 06.01 P.M        "Ya Allah, ini 23 menit lagi akan adzan magrib."    Berhubung kemarin saya sedang kedatangan tamu bulanan, jadi masalah sholat magrib terpecahkan. Lalu, mengenai magrib-magrib keluyuran di jalan? ah sudahlah, niat saya pulang ke ru...

Apa Kabar?

      Hal pertama yang ingin  ku tanyakan pada diri sendiri adalah "Apa kabar?" Sungguh, pertanyaan itu bukan sekadar pertanyaan biasa. Begitu sulit untuk menjawab pertanyaan "Apa Kabar?" Apakah permasalahan yang sedang kuhadapi kali ini begitu kompleks sehingga menjawabnya saja aku harus berpikir keras?       Atau mungkin, perasaan hampa yang sedang menyerangkulah yang telah meruntuhkan semua argumentasi-argumentasi untuk menjawab pertanyaan itu? Entahlah, rasnya beberapa hari ini aku terus menerus mengevaluasi diriku sendiri. Bukan untuk menghukumi diri sendiri atas pertanyaan-pertanyaan retoris itu, hanya saja aku membutuhkan penjelasan atas apa yang diriku sendiri perbuat. Apakah hal tersebut merepresentasikan bahwa aku masih terlalu sering menuntut diriku agar bisa melakukan ini dan itu? Apakah diriku terllau lelah untuk memenuhi ekspetasi diri sendiri? Entahlah.            "Hai kamu, iya kamu, diriku se...