Langsung ke konten utama

Virus Merah Jambu

            Bagi seseorang yang sedang terserang virus merah jambu, entah berwujud mengangumi dalam diam atau terang-terangan, adalah sebuah kebahagiaan jika sosok yang dikagumi memberikan kabar tentangnya. Meskipun berupa aktivitasnya terlihat membosankan, akan ada getaran yang membuatmu tersenyum gembira.
             Bagi mereka yang terserang virus merah jambu, tapi tak berani mengaku karena berusaha menjaga apa yang seharusnya dijaga. Mengetahui kabarnya saja, meski melalui satu kata di snapgramnya, sungguh akan membuatmu sangat bahagia.
            Bagi mereka yang terserang virus merah jambu, tapi tak berani mengadu karena takut Tuhan tak memberikan restu pada hal yang belum ada ikatan yang menghalalkan untuk bersatu, tak melihat tanda-tanda kehidupannya adalah hari yang sungguh pilu.
             Sebab, rindu yang belum sah itu tak terbasuh oleh kabar yang sering kali tak bermutu.

            Duhai hati, yang diliputi gelora rindu, bersabarlah, mendekatlah pada Tuhanmu. Sebab, hati yang merindu pada hal yang belum tentu akan menjadi milikmu, adalah sebuah isyarat bahwa hatimu sedang berdebu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan random malam ini Beberapa waktu ini, aku ngelihat story orang-orang yang dulu menyatakan serius ingin menikahiku, atau laki-laki yang dulu pernah mencoba mendekatiku. Satu per satu dari mereka mulai menemukan seseorang yang membuatnya merasa utuh. Seneng sekaligus menjawab pertanyaanku dulu sih. Apakah mungkin? ada orang yang mau bertahan, menungguku tanpa sebuah kepastian sampai akhirnya aku benar-benar menyelesaikan pendidikanku lalu mengiyakan dia untuk mengetuk pintu orangtuaku. Apakah mungkin, ada orang yang sesabar itu, menunggu aku yang bisa saja ditunggu orang lain juga? Aku tidak terlalu yakin dengan itu. Aku tidak pernah mengiyakan orang-orang yang datang untuk serius sebab pendidikanku masih berlangsung. Pun tidak pernah mau agar dia menungguku hingga selesai. Rasanya, ucapan bersedia ditunggu akan membuatku terikat, tidak bebas dengan ikatan yang Allah tidak suka. Orang orang sering menyebutnya sebagai komitmen. Huh, ada ada saja. Menurutku, kata komitmen sama saja ...
 Manusia yang selalu merasa kurang Ada kalanya, manusia menjadi begitu mengasihankan senyum tipis sambil meringis ketika menghadapi kepahitan hidup merasa selalu kurang padahal Tuhan selalu memberi kenikmatan lebih Batinnya tertutup oleh perasaan kurang, Kurang cantik lah,  kurang mulus lah kurang putih lah, kurang! Kurang! dan selalu kurang! Padahal Tuhan sudah berpesan dalam kalamnya وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". — Surat Ibrahim Ayat 7 Selalu merasa kurang! kurang! dan Kurang! Kufur kamu! Tuhan memberi banyak nikmat, tapi sadarmu hanya pada kurangnya saja. Bagaimana mungkin hidupmu akan bahagia?  Jika merasa cukup dan bersyukur dengan pemberian-Nya saja enggan? Bagaimana mungkin hidupmu ba...