Langsung ke konten utama

Postingan

Tulisan random malam ini Beberapa waktu ini, aku ngelihat story orang-orang yang dulu menyatakan serius ingin menikahiku, atau laki-laki yang dulu pernah mencoba mendekatiku. Satu per satu dari mereka mulai menemukan seseorang yang membuatnya merasa utuh. Seneng sekaligus menjawab pertanyaanku dulu sih. Apakah mungkin? ada orang yang mau bertahan, menungguku tanpa sebuah kepastian sampai akhirnya aku benar-benar menyelesaikan pendidikanku lalu mengiyakan dia untuk mengetuk pintu orangtuaku. Apakah mungkin, ada orang yang sesabar itu, menunggu aku yang bisa saja ditunggu orang lain juga? Aku tidak terlalu yakin dengan itu. Aku tidak pernah mengiyakan orang-orang yang datang untuk serius sebab pendidikanku masih berlangsung. Pun tidak pernah mau agar dia menungguku hingga selesai. Rasanya, ucapan bersedia ditunggu akan membuatku terikat, tidak bebas dengan ikatan yang Allah tidak suka. Orang orang sering menyebutnya sebagai komitmen. Huh, ada ada saja. Menurutku, kata komitmen sama saja ...
 Manusia yang selalu merasa kurang Ada kalanya, manusia menjadi begitu mengasihankan senyum tipis sambil meringis ketika menghadapi kepahitan hidup merasa selalu kurang padahal Tuhan selalu memberi kenikmatan lebih Batinnya tertutup oleh perasaan kurang, Kurang cantik lah,  kurang mulus lah kurang putih lah, kurang! Kurang! dan selalu kurang! Padahal Tuhan sudah berpesan dalam kalamnya وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". — Surat Ibrahim Ayat 7 Selalu merasa kurang! kurang! dan Kurang! Kufur kamu! Tuhan memberi banyak nikmat, tapi sadarmu hanya pada kurangnya saja. Bagaimana mungkin hidupmu akan bahagia?  Jika merasa cukup dan bersyukur dengan pemberian-Nya saja enggan? Bagaimana mungkin hidupmu ba...
 Hidup yang terus berjalan Gak kerasa banget, hampir 6 tahun aku menempuh pendidikan. Rasanya seperti baru kemarin aku masuk kuliah. Sejauh ini, aku sangat menikmati hidupku yang kata orang orang sudah seharusnya memiliki partner.  But, im still single without someone special until right away.  I just love to grow with myself, dan sampai saat ini, kayaknya terlalu nyaman dengan hidup sendiri. Bahaya juga sih hahahaa Hidup tanpa memiliki pacar, memiliki gebetan, atau bahkan seseorang dengan komitmen saling menunggu. i dont have those things. Setiap kali ada yang mengajakku untuk "berkomitmen" sembari menunggu masa studiku selesai, aku selalu menolaknya karena merasa "untuk apa?" aku gak mau terikat. Bagiku, berkomitmen sama halnya dengan pacaran secara halus huee. Sedangkan pacaran adalah sebuah hal yang bertentangan dengan value serta prinsip yang aku pegang. Jadi, aku selalu bilang. "Mohon maaf, untuk saat ini aku tidak mau terikat dengan siapapun. Tidak mau d...
AWKWARD FEELING Gak kerasa banget, usiaku sudah menginjak seperempat abad. Rasanya masih gak percaya, aku sudah berjalan selama ini. Ada berbagai macam perasaan yang sudah pernah dirasakan. Kepuasan, kesenangan, kesedihan, kecewa, dan kehilangan.  Sejauh aku melangkah, aku baru menyadari satu hal bahwa aku tidak pernah benar-benar menyelesaikannya degan tuntas. Mengembangkan bakat menulis, ketika udah menang dan masuk nominasi beberapa kali, aku merasa cukup. Puas. Dulu juga gitu, ketika aku belajar persiapan SBMPTN, nilai tryoutku sempat masuk ke nilai tertinggi pertama, setelah mencapai itu, semangat belajarku menurun dan rankingnya jatuh. Untungnya ada pak Anggi, yang ngeboost semangatku buat bangkit lagi. Pun dengan dunia kreativitas, ketika aku merasa cukup puas dengan hasil editingku, ya sudah. Cukup sampai di sana.  Pun dengan menghafal Qur'an, udah hafal beberapa juz, eh melempem. Akhirnya, sekarang hafalan Qur'annya tertinggal kepingan kepingan semata. Sebenarnya, ada...
DEAR NO ONE I like being independent Not so much of an investment No one to tell me what to do I like being by myself Don't gotta entertain anybody else No one to answer to But sometimes, I just want somebody to hold Someone to give me the jacket when it's cold Got that young love even when we're old sometimes, I want someone to grab my hand Pick me up, pull me close, be my man I will love you till the end So if you're out there, I swear to be good to you But I'm done lookin' for my future someone 'Cause when the time is right You'll be here, but for now Dear no one, this is your love song I don't really like big crowds I tend to shut people out I like my space But I'd love to have a soul mate And God'll give him to me someday And I know it'll be worth the wait So if you're out there, I swear to be good to you But I'm done lookin' for my future someone 'Cause when the time is right You'll be here, but for now Dear no o...
Maybe if i,  woke up in the morning,  hearing your voice,  maybe if i was with you maybe if we spent our difficult days together,  what would we have been to us? The distance between you and me  It never seems to disappear I was frozen with my words and your words If by chance we meet again  If i were do something for you,  Will it change a little? For the reason why we had to break up, I would fix it and try try try (to fix it),  so, can i hug you?  There are different pieces of memory,  Out the feelings of longing that resemble each other Only if you, If you come
 14 Hari menuju 2022     Naila, seorang perempuan yang menyukai senja dan kata. Perempuan yang tahu kemampuannya apa? Namun, tak pernah benar-benar mengasahnya dengan sempurna. Selalu berhenti di perempatan jalan, lalu mencoba hal baru padahal semua yang ia mulai tak pernai usai. Garis finis itu tak pernah tersentuh, sebab jika ia menyentuhnya, ia takut berhenti. Sayangnya,  hal tersebut justru membuatnya menjadi manusia yang tak memiliki kredibilitas diri. Kadang, ia bingung untuk memperkenalkan diri. Disebut penikmat senja ia, tapi tak begitu juga. Disebut penulis bisa jadi, tapi tak menghasilkan karya yang tertulis dengan nama sendiri. Disebut mahasiswa juga bisa saja, tetapi ia tak pernah memaksimalkan privilege yang ia punya. Disebut entrepreuner muda juga bisa, tetapi usahanya tak menunjukkan progres yang mengangkasa, bahkan sering kali, tak ada pelanggan yang membeli dagangannya. Disebut konten creator, bisa saja. Namun, ia tak konsisten dengan karyanya, dan s...
Hai Kamu Hai Nai, apa kabar? Katanya lagi sibuk ya? Sibuk revisian ya? Gimana harimu? Masih belum tenang ya meskipun sudah sidang? Masih punya tanggungan yang perlu kamu selesaikan ya? Semangat ya! Aku tahu, kamu bisa berjuang hingga dua kata "unofficially S.K.G." berubah menjadi "Officially S.K.G."  Semangat ya! Aku tahu kamu harus belajar lebih keras lagi karena sebentar lagi akan menuju ujian masuk Koas, masuk hutan belantara katanya. Semoga kamu selalu dikuatkan ya Nai. Aku tahu kamu bisa! Kalau kamu mulai galau mikir hal-hal yang berbau "pengen bucin" Inget! Ada masanya! Sekarang nikmatin aja masa pendidikkanmu yang katanya 2,5 tahun lagi selesai. Semangat! semoga cepat menjadi dokter gigi dambaan umat! Semoga segera menjadi manusia bermanfaat yang senang membantu orang lain dengan ilmu yang kamu punya ya Nai! Someone who has the same vision is waiting for you! Gak tahu juga siapa? Bayangin aja dulu, lulus dokter gigi, eh ternyata ada yang nungguin wk...

A Letter For You

  A Letter For You It was finally happened! Lima tahun! Lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk mengunggu ketidakpastian. Bukan  pula waktu yang sebentar bagi  mereka yang saling memiliki perasaan, tetapi berprinsip untuk saling membebaskan, tidak pacaran, tidak saling terikat. Lima tahun bukan waktu yang sebentar bagi seseorang untuk menahan diri dari godaan menanyakan kabar secara langsung, berinteraksi dengan dia yang kamu anggap spesial, dan yang pasti; menahan rindu yang tidak pernah mampu untuk diutarakan. *** Lima tahun yang lalu, kita dipertemukan pada kondisi serupa; berjuang demi meraih cita-cita. Hafidz yang mendapat nilai TO menabjubkan membuat teteh penasaran, dari situlah cerita kalian berawal, kekonyolan dan kecerobohan masa lalu yang menjadi syukur di masa sekarang. Sudah sunnatullahnya begitu, tetapi tetap saja lucu jika diingat wkwkk. Sejak saat itu, Nai dan teteh resmi saling bertukar cerita, tentang seseorang, tentang perasaan yang tidak dapat dij...
 Berdoa Perempuan itu berdoa Memohon agar tak ada lagi laki-laki yang datang memintanya untuk menjadi pendamping. Ia memohon kepada rabnya.  Agar tak ada laki-laki yang tertarik padanya hingga waktu untuk menggenap itu tiba. Ia memohon,  dengan sepenuh hati, agar tidak adalagi laki-laki yang datang dengan hati terluka. Menolak bukanlah perkara mudah, sebab akan ada hati yang terluka. Perempuan itu lagi-lagi berdoa, agar hanya ada satu pria yang datang, tanpa pulang dengan kabar hampa.
Melawan Rasa Takut Hari ini, aku memutuskan untuk terlibat langsung ke lapangan. Butuh kebernian untuk keluar dari rumah, mengingat kejadian dua hari yang lalu, motorku mogok di tengah banjir, dan harus merepotkan temanku, Gina. Untungnya, aku punya banyak sekali teman baik, dan bertemu dengan orang-orang baik pula hingga masalah motor mogokku bisa diselesaikan. Alhamdulillah ala kulli haal. Ternyata, terlibat secara langsung mencari barang-barang donasi, datang ke tkp, membantu evakuasi, justru membuatku semakin terpanggil untuk membantu. Ada banyak manusia di sana yang sedang membutuhkan uluran tanganku, dan tangan-tangan orang baik lainnya. Semoga saja niatnya selalu lillah, bukan karena ingin eksis di sosial media, atau sekadar dikenal "baik" oleh manusia. Kan sayang pahalanya.
BUNGKAM Indonesia sedang berduka, kabar bencana alam ada di mana-mana. Hal ini membuatku kembali merefleksikan hidup yang sangat sementara. Harta, keturunan, keluarga, dan segala hal fana yang diagung-agungkan. Indonesia sedang berduka,  namun tak sedikit yang masih abai dan lupa sanak saudara. Tahunya yang penting aku happy, perutku kenyang, masa bodo orang lain.  Indonesia sedang berduka, namun tak sedikit yang manusia yang memamerkan diri sedang berfoya-foya. Satu wilayah tetapi tak sehati, satu daerah tapi tidak punya empati. Sedih rasanya. Melihat banyak yang bungkam atas apa yang terjadi pada negeri ini. Ada yang hanya posting tongkrongan terbarunya, ada yang posting baru nonton apa, ada yang posting makan enak di hotel berbintang. Bagi mereka yang berduit, mudah untuk mengevakuasi diri, tinggal booking hotel; beres. Namun, bagi mereka yang tak seberuntung itu.  Ada derai air mata, rasa lapar, dan tak lupa juga, rasa takut akan segala kemungkinan yang tak pasti. Sem...
00.25 a.m. 2 Januari 2021 Teruntuk laki laki yang membaca: hanya ingin berpesan. Kalau serius ngajakin nikah, taarufnya sesuai syariat yuk. Aku tahu, aku gak bener-bener amat jadi orang. Sengkleknya banyak. Namun, untuk masalah hidup berpasangan, aku maunya dijemput dengan cara terbaik. Melalui taaruf dengan perantara, saya dengan ustadzah saya, anda dengan orang yang anda percayakan. Bukan begitu lebih adil dan lebih terhormat? Teruntuk perempuan, jika ada laki-laki yang benar ingin meminangmu, pastikan dulu ia berani mengajak berkenalan dengan perantara. Sebab, perantara ini menghindari dari rasa yang berlarut-larut. Oia, mau ngingetin aja. Kalau taaruf, kan artinya kenalan ya.  Kalau dalam proses taaruf dirasa salah satu tidak cocok, ya tidak bisa dipaksakan. Kata Mba Najwa, perihal jodoh hanya bisa dipilih melalui perasaan. Tapi kata ustadzahku, memilih jodoh tidak sekadar iya aku mau, tapi perlu dihilat sifatnya seperti apa, kalau marah gimana, salat lima waktunya di mana. Vis...
 Jangan Tergesa               Dear Nai...               Come here.... let's sit over here....               Kita tahu, sifat, hasrat, rasa suka terhadap sesuatu, dan selera bisa berubah kapan saja.                 As long as we always grow up, pasti ada hal-hal yang berubah.                Termasuk tentang perasaan.               Boleh jadi, hari ini kamu menyukai warna biru, tapi siapa tahu?                Besok.                Lusa.               atau hari-hari setelahnya, seleramu tak lagi sama.               Pun mereka, dia, dan setiap manusia yang masih bernya...

Virus Merah Jambu

            Bagi seseorang yang sedang terserang virus merah jambu, entah berwujud mengangumi dalam diam atau terang-terangan, adalah sebuah kebahagiaan jika sosok yang dikagumi memberikan kabar tentangnya. Meskipun berupa aktivitasnya terlihat membosankan, akan ada getaran yang membuatmu tersenyum gembira.                 Bagi mereka yang terserang virus merah jambu, tapi tak berani mengaku karena berusaha menjaga apa yang seharusnya dijaga. Mengetahui kabarnya saja, meski melalui satu kata di snapgramnya, sungguh akan membuatmu sangat bahagia.               Bagi mereka yang terserang virus merah jambu, tapi tak berani mengadu karena takut Tuhan tak memberikan restu pada hal yang belum ada ikatan yang menghalalkan untuk bersatu, tak melihat tanda-tanda kehidupannya adalah hari yang sungguh pilu.                Seb...

Teguhkan Aku dalam Ketaatan

       "Wahai Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya. Izinkan aku menjadi sebaik-baiknya hamba. Izinkan aku menjadi hamba yang Kau cinta. Teguhkan aku pada jalan hidayah yang telah Kau tunjukkan. Bimbinglah aku ada jalan kebenaran. Sungguh, di dunia ini. Aku tidak mampu menangani segala sesuatunya sendiri. Jadi, kumohon, jangan lepaskan aku walau sedetikpun. Jangan serahkan perkara kepadaku, walau seper kian detik pun.        "Wahai Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya. Hidup dan matiku hanyalah untukmu. Maka dari itu, teguhkan aku dalam ketaatan terhadap-Mu."

Kalau Tiada Baru Terasa

     Kalau tiada baru terasa. Begitu kata pepatah zaman dahulu bersua. Kukira hal itu benar adanya, sebab sudah lima hari ia tak keluar dari sumbernya. Katanya, ia sedang menuju perjalanan. Entah sedang terhenti karena apa, aku tidak mengerti.     Lima hari aku menunggu. Menunggu dengan perasaan kesal, entah pada siapa, diakah? atau siapa? mengapa aku marah? Mengapa aku kesal? Mengapa perasaanku tidak karuan?    Lima hari sudah aku menunggu. Kabarnya tak kunjung jua kuketahui, tak ada yang memberi tahu. Entah karena malu, atau karena tak tahu.    Lima hari sudah aku menunggu. Menunggu dengan perasaan semerawut ditemani piring, gelas, sendok, serta peralawan dapur yang kotor lainnya. Lima hari sudah aku menunggu, menunggu dengan perasaan gelisah setiap kali melihat tumpukan pakaian kotor di sudut pintu.      "Tante, air di rumah tante sudah keluar belum?" Ucapku dengan wajah memelas.      "Belum juga nih, Naila."...

Fase Naik kelas, QLC (Quarter Life Crisis)

Fase Naik kelas, QLC (Quarter Life Crisis)             Berdasarkan data dari Independent.co.uk menyatkan bahwa lebih dari setengah millenials mengalami quarter life crisis. Enam dari 10 anak muda mengalami QLC. Masalah terbesar yang mendasarinya adalah tentang finansial. Karena masa-masa peralihan ini, kita sudah tidak lagi bergantung kepada orangtua. Hal-hal inilah yang menjadikan kegalauan-kegalauan yang muncul di kalangan anak muda.            Pertanyaannya. Apakah QLC ini wajar dialami oleh anak muda? Jawabannya (dari perspective islam) gak wajar. Karena dalam konsep islam, QLC itu sudah selesai sebelum akhil balik. Kenapa? Karena dalam islam “orang-orang’ yang sudah akhil balik sudah menanggung dosa dan pahala. Konsep tentang fase hidup dalam islam. Dalam islam hanya mengenalkan dua fase dalam hidup, yaitu sebelum baliq (anak-anak) dan akhil baliq (dewasa). Islam t...