Langsung ke konten utama

Postingan

Teguhkan Aku dalam Ketaatan

       "Wahai Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya. Izinkan aku menjadi sebaik-baiknya hamba. Izinkan aku menjadi hamba yang Kau cinta. Teguhkan aku pada jalan hidayah yang telah Kau tunjukkan. Bimbinglah aku ada jalan kebenaran. Sungguh, di dunia ini. Aku tidak mampu menangani segala sesuatunya sendiri. Jadi, kumohon, jangan lepaskan aku walau sedetikpun. Jangan serahkan perkara kepadaku, walau seper kian detik pun.        "Wahai Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya. Hidup dan matiku hanyalah untukmu. Maka dari itu, teguhkan aku dalam ketaatan terhadap-Mu."

Kalau Tiada Baru Terasa

     Kalau tiada baru terasa. Begitu kata pepatah zaman dahulu bersua. Kukira hal itu benar adanya, sebab sudah lima hari ia tak keluar dari sumbernya. Katanya, ia sedang menuju perjalanan. Entah sedang terhenti karena apa, aku tidak mengerti.     Lima hari aku menunggu. Menunggu dengan perasaan kesal, entah pada siapa, diakah? atau siapa? mengapa aku marah? Mengapa aku kesal? Mengapa perasaanku tidak karuan?    Lima hari sudah aku menunggu. Kabarnya tak kunjung jua kuketahui, tak ada yang memberi tahu. Entah karena malu, atau karena tak tahu.    Lima hari sudah aku menunggu. Menunggu dengan perasaan semerawut ditemani piring, gelas, sendok, serta peralawan dapur yang kotor lainnya. Lima hari sudah aku menunggu, menunggu dengan perasaan gelisah setiap kali melihat tumpukan pakaian kotor di sudut pintu.      "Tante, air di rumah tante sudah keluar belum?" Ucapku dengan wajah memelas.      "Belum juga nih, Naila."...

Fase Naik kelas, QLC (Quarter Life Crisis)

Fase Naik kelas, QLC (Quarter Life Crisis)             Berdasarkan data dari Independent.co.uk menyatkan bahwa lebih dari setengah millenials mengalami quarter life crisis. Enam dari 10 anak muda mengalami QLC. Masalah terbesar yang mendasarinya adalah tentang finansial. Karena masa-masa peralihan ini, kita sudah tidak lagi bergantung kepada orangtua. Hal-hal inilah yang menjadikan kegalauan-kegalauan yang muncul di kalangan anak muda.            Pertanyaannya. Apakah QLC ini wajar dialami oleh anak muda? Jawabannya (dari perspective islam) gak wajar. Karena dalam konsep islam, QLC itu sudah selesai sebelum akhil balik. Kenapa? Karena dalam islam “orang-orang’ yang sudah akhil balik sudah menanggung dosa dan pahala. Konsep tentang fase hidup dalam islam. Dalam islam hanya mengenalkan dua fase dalam hidup, yaitu sebelum baliq (anak-anak) dan akhil baliq (dewasa). Islam t...
Siapa yang Menjamin? "Siapa yang menjamin?" Ucapnya tegas. Aku terdiam. "Siapa yang menjamin alurnya akan sesuai dengan rencanamu?" "Siapa yang menjamin keinginanmu, kemauanmu, serta harapanmu akan selalu sama dengan apa yang Tuhan berikan kepadamu?" Aku masih terdiam.  "Kita tidak pernah tahu ujungnya seperti apa. Yang jelas, Tuhan akan memberikan apa  yang kamu butuhkan. Bukan apa yang kamu inginkan. Tuhan Maha Mengetahui segala sesuatu, sedangkan kamu tidak, Nai." Aku masih terdiam. Membiarkan teguran dan kericuhan pikiranku; yang sedang mengebalikan kewarasan diri. "Bisa hancur masa depanmu jika menyandarkan apalagi menyerahkan hatimu kepada makhluk-Nya." "Berikan hatimu, hanya dan hanya kepada Tuhanmu!" *Aku tahu, ini memang mudah untuk ditulis, tapi membutuhkan pembelajaran seumur hidup. Untuk menyerahkan hati dan cinta, hanya dan hanya kepada-Nya. 

Menata Hati

Gadis itu teralih dengan hal-hal superfisial. Katanya, ada kawan karib yang telah berubah. Hatinya pilu melihat perubahan itu. Ditanyanya dengan halus kawan itu "Kau kenapa? Seperti ada yang salah denganmu? Kau lebih pendiam, dan tak ingin berbicara lebih lama denganku. Ada apa sebenarnya?" "Tidak apa-apa. Aku hanya lelah." Gadis itu terdiam mendengar jawaban kawannya. Merasa ada yang salah. Semakin lama, ia semakin merasa kawannya tak lagi sama. Ada jarak di antara mereka. Gadis itu lelah dengan racun yang masuk secara intervena ia merasa saatnya menjaga jarak. Biarkan saja apa yang terjadi padanya menjadikannya sebagai pelajaran, bahwa sesayang apapun kau pada kawan. Ingatlah, sayang itu tidak boleh melebihi sayangmu kepada Allah. Mungkin Allah sedang cemburu, karena hati gadis itu sudah terpaut erat dengan sahabatnya. Ah sudahlah, tak payah memikirkan hal yang di luar nalar. Hanya membuat lelah hati dan pikiran. Lebih baik kau perbaiki diri sendiri dan perg...

Kematian sebagai pengingat

Barusan, aku dapat kabar dari orang yang pernah aku bantu melalui kitabisa.com... katanya, anak yang melakukan perawatan medis tersebut telah meninggal dunia. Ada perasaan aneh di dalam diriku. meskipun aku tidak mengenalnya, tetapi tetap saja. perasaan duka telah bertengger di singga sana. Sekilas, aku langsung teringat ayat Qur'an yang memiliki arti ''setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati'' gak peduli usia tua, dewasa maupun anak-anak. Rasanya, hidup tak akan berarti jika hanya mengrjar kefanaan dunia, kefanaan yang melenakan kita sehingga lupa dengan Sang Kuasa.  Berhubung sekarangbsuasananya lagi pemilu, jadi ingatanku lompat ke sana sani. pemilu kan berhubungan dengan pemimpin rakyat, nah melalui relasi itu, aku jadI ingat ketika Umar bin khattab menjadi khalifah. Beliau memberikan stempel resminya dengan tulisan 'cukuplah kematian sebagai pengingatmu' Sungguh! harusnya para pemimpin meniru Umar Bin Khattab yang memberikan peringat...

frekuensi

Beberapa waktu ini, frekuensiku hands on dengan sosial media benar-benar meningkat. Setelah aku chek daily activity that i had spent on instagram benar-benar mengerikan. Seriously. it was Horrible... 6 hours more in a day!... oh God! what on earth i have been done. pantas saja aku merasa sangat terganggu dengan hal itu, kefokusanku tidak bertahan lama. Sebentar-sebentar mau bka DM untuk memastikan pelanggan baruku sudah menulis data atau belum, jika sudah, aku akan segera mencari tahu ongkir yang dibutuhkan. Ya Ampuun, serius yaaa, baru memeliki pelanggan yang jumlahnya masih 40-50 han saja sudah keder, apalagi ratusan. Memang ya, Allah tuh tahu kesanggupan hamba-Nya dalam melayani pelanggan. sesungguhnya, aku menulis saat ini hanya untuk menghilangkan penaaat. Sungguh, mingggu ini benar-benar melelahkan. mata, hati, pikiran, dan perasaan. semuanyaterasa cape, hingga aku mempertanyakan kembali niatku menjual karyaku, sudahkah karena Allah, atau cuman buat pencitraan saja?  ...